Showing posts with label Agro techno. Show all posts
Showing posts with label Agro techno. Show all posts

Monday, February 15, 2010

PENGAWETAN DAN BAHAN KIMIA I

PENGAWETAN
Secara garis besar pengawetan dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu :
PENGAWETAN SECARA ALAMI
Proses pengawetan secara alami meliputi pemanasan dan pendinginan.

PENGAWETAN SECARA BIOLOGIS
Proses pengawetan secara biologis misalnya dengan peragian (fermentasi). Peragian (Fermentasi) Merupakan proses perubahan karbohidrat menjadi alkohol. Zat-zat yang bekerja pada proses ini ialah enzim yang dibuat oleh sel-sel ragi. Lamanya proses peragian tergantung dari bahan yang akan diragikan.
Enzim
Enzim adalah suatu katalisator biologis yang dihasilkan oleh sel-sel hidup dan dapat membantu mempercepat bermacam-macam reaksi biokimia. Enzim yang terdapat dalam makanan dapat berasal dari bahan mentahnya atau mikroorganisme yang terdapat pada makanan tersebut. Bahan makanan seperti daging, ikan susu, buah-buahan dan biji-bijian mengandung enzim tertentu secara normal ikut aktif bekerja di dalam bahan tersebut. Enzim dapat menyebabkan perubahan dalam bahan pangan. Perubahan itu dapat menguntungkan ini dapat dikembangkan semaksimal mungkin, tetapi yang merugikan harus dicegah. Perubahan yang terjadi dapat berupa rasa, warna, bentuk, kalori, dan sifat-sifat lainnya. Beberapa enzim yang penting dalam pengolahan daging adalah bromelin dari nenas dan papain dari getah buah atau daun pepaya.
Enzim Bromalin
Didapat dari buah nenas, digunakan untuk mengempukkan daging. Aktifitasnya dipengaruhi oleh kematangan buah, konsentrasi pemakaian, dan waktu penggunaan. Untuk memperoleh hasil yang maksimum sebaiknya digunakan buah yang muda. Semakin banyak nenas yang digunakan, semakin cepat proses bekerjanya.
Enzim Papain
Berupa getah pepaya, disadap dari buahnya yang berumur 2,5~3 bulan. Dapat digunakan untuk mengepukan daging, bahan penjernih pada industri minuman bir, industri tekstil, industri penyamakan kulit, industri pharmasi dan alat-alat kecantikan (kosmetik) dan lain-lain. Enzim papain biasa diperdagangkan dalam bentuk serbuk putih kekuningan, halus, dan kadar airnya 8%. Enzim ini harus disimpan dibawah suhu 60°C. Pada 1 (satu) buah pepaya dapat dilakukan 5 kali sadapan. Tiap sadapan menghasilkan + 20 gram getah. Getah dapat diambil setiap 4 hari dengan jalan menggoreskan buah tersebut dengan pisau.
PENGAWETAN SECARA KIMIA
Menggunakan bahan-bahan kimia, seperti gula pasir, garam dapur, nitrat, nitrit, natrium benzoat, asam propionat, asam sitrat, garam sulfat, dan lain-lian. Proses pengasapan juga termasuk cara kimia sebab bahan-bahan kimia dalam asap dimasukkan ke dalam makanan yang diawetkan. Apabila jumlah pemakainannya tepat, pengawetan dengan bahan-bahan kimia dalam makanan sangat praktis karena dapat menghambat berkembangbiaknya mikroorganisme seperti jamur atau kapang, bakteri, dan ragi.

Asam propionat (natrium propionat atau kalsium propionat)
Sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang digunakan adalah 0,32 % atau 3,2 gram/kg bahan; sedngkan untuk bahan dari keju, dosis maksimum sebesar 0,3 % atau 3 gram/kg bahan.

Asam Sitrat (citric acid)
Merupakan senyawa intermedier dari asam organik yang berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat ini maudah larut dalam air, spriritus, dan ethanol, tidak berbau, rasanya sangat asam, serta jika dipanaskan akan meleleh kemudian terurai yang selanjutnya terbakar sampai menjadi arang. Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan seperti nenas, jeruk, lemon, markisa. Asam ini dipakai untuk meningkatkan rasa asam (mengatur tingkat keasaman) pada berbagai pengolahan minum, produk air susu, selai, jeli, dan lain-lain. Asam sitrat berfungsi sebagai pengawet pada keju dan sirup, digunakan untuk mencegah proses kristalisasi dalam madu, gula-gula (termasuk fondant), dan juga untuk mencegah pemucatan berbagai makanan, misalnya buah-buahan kaleng dan ikan. Larutan asam sitrat yang encer dapat digunakan untuk mencegah pembentukan bintik-bintik hitam pada udang. Penggunaan maksimum dalam minuman adalah sebesar 3 gram/liter sari buah.

Benzoat (acidum benzoicum atau flores benzoes atau benzoic acid)
Benzoat biasa diperdagangkan adalah garam natrium benzoat, dengan ciri-ciri berbentuk serbuk atau kristal putih, halus, sedikit berbau, berasa payau, dan pada pemanasan yang tinggi akan meleleh lalu terbakar

Bleng
Merupakan larutan garam fosfat, berbentuk kristal, dan berwarna kekuning-kuningan. Bleng banyak mengandung unsur boron dan beberapa mineral lainnya. Penambahan bleng selain sebagai pengawet pada pengolahan bahan pangan terutama kerupuk, juga untuk mengembangkan dan mengenyalkan bahan, serta memberi aroma dan rasa yang khas. Penggunaannya sebagai pengawet maksimal sebanyak 20 gram per 25 kg bahan. Bleng dapat dicampur langsung dalam adonan setelah dilarutkan dalam air atau diendapkan terlebih dahulu kemudian cairannya dicampurkan dalam adonan.

Garam dapur (natrium klorida)
Garam dapur dalam keadaan murni tidak berwarna, tetapi kadang-kadang berwarna kuning kecoklatan yang berasal dari kotoran-kotoran yang ada didalamnya. Air laut mengandung + 3 % garam dapur.
Garam dapur sebagai penghambat pertumbuhan mikroba, sering digunakan untuk mengawetkan ikan dan juga bahan-bahan lain. Pengunaannya sebagai pengawet minimal sebanyak 20 % atau 2 ons/kg bahan.

Garam sulfat
Digunakan dalam makanan untuk mencegah timbulnya ragi, bakteri dan warna kecoklatan pada waktu pemasakan.

Gula pasir
Digunakan sebagai pengawet dan lebih efektif bila dipakai dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri. Sebagai bahan pengawet, pengunaan gula pasir minimal 3% atau 30 gram/kg bahan.

Kaporit (Calsium hypochlorit atau hypochloris calsiucus atau chlor kalk atau kapur klor)
Merupakan campuran dari calsium hypochlorit, -chlorida da -oksida, berupa serbuk putih yang sering menggumpal hingga membentuk butiran. Biasanya mengandung 25~70 % chlor aktif dan baunya sangat khas. Kaporit yang mengandung klor ini digunakan untuk mensterilkan air minum dan kolam renang, serta mencuci ikan.

Natrium Metabisulfit
Natrium metabisulfit yang diperdagangkan berbentuk kristal. Pemakaiannya dalam pengolahan bahan pangan bertujuan untuk mencegah proses pencoklatan pada buah sebelum diolah, menghilangkan bau dan rasa getir terutama pada ubi kayu serta untuk mempertahankan warna agar tetap menarik.
Natrium metabisulfit dapat dilarutkan bersama-sama bahan atau diasapkan. Prinsip pengasapan tersebut adalah mengalirkan gas SO2 ke dalam bahan sebelum pengeringan. Pengasapan dilakukan selama + 15 menit. Maksimum penggunaannya sebanyak 2 gram/kg bahan. Natrium metabisulfit yang berlebihan akan hilang sewaktu pengeringan.

Nitrit dan Nitrat
Terdapat dalam bentuk garam kalium dan natrium nitrit. Natrium nitrit berbentuk butiran berwarna putih, sedangkan kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air.
Nitrit dan nitrat dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada danging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah daging.
Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1 % atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2 % atau 2 gram/kg bahan. Apabila lebih dari jumlah tersebut akan menyebabkan keracunan, oleh sebab itu pemakaian nitrit dan nitrat diatur dalam undang-undang. Untuk mengatasi keracunan tersebut maka pemakaian nitrit biasanya dicampur dengan nitrat dalam jumlah yang sama. Nitrat tersebut akan diubah menjadi nitrit sedikit demi sedikit sehingga jumlah nitrit di dalam daging tidak berlebihan.

Sendawa
Merupakan senyawa organik yang berbentuk kristal putih atau tak berwarna, rasanya asin dan sejuk. Sendawa mudah larut dalamair dan meleleh pada suhu 377°C. Ada tiga bentuk sendawa, yaitu kalium nitrat, kalsium nitrat dan natrium nitrat. Sendawa dapat dibuat dengan mereaksikan kalium khlorida dengan asam nitrat atau natrium nitrat.
Dalam industri biasa digunakan untuk membuat korek api, bahan peledak, pupuk, dan juga untuk pengawet abahn pangan. Penggunaannya maksimum sebanyak 0,1 % atau 1 gram/kg bahan.

Zat Pewarna
Zat pewarna ditambahkan ke dalam bahan makanan seperti daging, sayuran, buah-buahan dan lain-lainnya untuk menarik selera dankeinginan konsumen. Bahan pewarna alam yang sering digunakan adalah kunyit, karamel dan pandan. Dibandingkan dengan pewarna alami, maka bahan pewarna sintetis mempunyai banyak kelebihan dalam hal keanekaragaman warnanya, baik keseragaman maupun kestabilan, serta penyimpanannya lebih mudah dan tahan lama. Misalnya carbon black yang sering digunakan untuk memberikan warna hitam, titanium oksida untuk memutihkan, dan lain-lain. Bahan pewarna alami warnanya jarang yang sesuai dengan yang dinginkan.

PROSES BEBAS KUMAN
Ada dua cara proses bebas kuman, yaitu sterilisasi dan pasteurisasi

Sterilisasi
Adalah proses bebas kuman, virus, spora dan jamur. Keadaan steril ini dapat dicapai dengan cara alami maupun kimiawi. Secara alami dapat dilakukan dengan:
memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 100oC selama 15 menit, untuk mematikan kuman dan virus;

memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 120 oC selama 15 menit untuk mematikan spora dan jamur.
Secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan antiseptik dan desinfektan.

Antiseptik
Merupakan zat yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Ada beberapa bahan yang sering digunakan sebagai antiseptik, antara lain:

Alkohol, efektif digunakan dengan kepekatan 50~70 %;untuk memecah protein yang ada dalam kuman penyakit sehingga pertumbuhannya terhambat.

Asam dan alkali, penggunaannya sama dengan alkohol.

Air raksa (hidrargirum=Hg), arsenikum (As) dan Argentum (Ag), yang bekerja melalui sistem enzim pada kuman penyakit.

Pengoksida, juga bekerja pada sistem enzim kuman penyakit. Terdiri dari iodium untuk desinfektan kulit dan chlor untuk desinfektan air minum.

Zat warna, terutama analin dan akridin yang dipakai untuk mewarnai kuman penyakit sehingga mudah untuk menemukan jaringan mana dari kuman tersebut yang akan dihambat pertumbuhannya.

Pengalkil, yang digunakan untuk memecah protein kuman sehingga aktifitasnya terhambat. Contohnya adalah formaldehid.
Desinfektan
Merupakan bahan kimia yang digunakan untukmencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh kuman penyakit lainnya. Jenis desinfektan yang biasa digunakan adalah chlor atau formaldehid. Jenis ini lebih efektif bila dicampur dengan air terutama dalampembuatan es. Untuk menjaga kualitas ikan penggunaan chlor sebanyak 0,05 % atau 0,5 gram/liter air sangat efektif

Pasteurisasi
Dilakukan dengan memanaskan tempat yang telah diisi makanan atau minuman dalam air mendidih pada suhu sekurang-kurangnya 63°C selama 30 menit, kemudian segera diangkat dan didinginkan hingga suhu maksimum 10°C. Dengan cara ini maka pertumbuhan bakteri dapat dihambat dengan cepat tanpa mempengaruhi rasa makanan dan minuman.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1988. 1090 hal.

Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtisar Baru-Van Hoeve, 1984. 7 jilid.

Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jakarta: PT. Cipta Adi Pustaka, 1990. 18 jilid.

Ensiklopedi Umum. Jakarta: Yayasan Kanisius. 1977.1192 hal.

Hudaya, S. Food Additives. Bandung: Fakultas Pertanian - Universitas Pajajaran, 1978. 26 hal.

Indrawati, T. et al. Pembuatan keap keong sawah dengan menggunakan enzim bromelin. Jakarta: Balai Pustaka, 1983.

Winarno, F.G.; S. Fardiaz; A. Rahman. Perkembangan Ilmu teknologi pangan. Bogor: Fakultas Mekanisme dan Teknologi Hasil Pertanian - Institut Pertanian Bogor, 1974. 57 hal.

KONTAK HUBUNGAN
Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.

Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.

Monday, January 4, 2010

Mesin Pertanian




Mesin Perajang Tembakau Otomatis

Mesin Perajang Tembakau Otomatis dibuat memenuhi kebutuhan petani dan pengusaha tembakau dalam pemrosesan daun tembakau menjadi tembakau rajangan, yang merupakan bahan baku dari rokok.
Dengan sistem otomatis yang artinya tidak menggunakan tenaga manusia dalam proses perajangan/ pemotongannya, serta dapat diatur ketebalan hasil rajangan dan menjamin kerataan ukuran rajangan.
Memberikan kapasitas rajangan yang cukup besar, sehingga dapat menghemat ongkos dan waktu kerja, serta menghasilkan kualitas rajangan yang lebih baik.
Contoh kapasitas mesin dengan spesifikasi sbb:

Merk: DAUN MAS
1. Type 01
-Conveyor: Single
-Lebar conveyor: 15 cm
-Kapasitas rajang: 750 kg daun/ jam
-Ketebalan rajangan: 1mm-6mm
-Daya motor: 1/ 4 HP ( 250 watt)



2. Type 02
-Conveyor: Single
-Lebar conveyor: 17 cm
-Kapasitas rajang: 1 ton daun/ jam
-Ketebalan rajangan: 1mm-6mm
-Daya motor: 1/ 2 HP ( 325 watt)



3. Type 03
-Conveyor: Double
-Lebar conveyor: 20 cm
-Kapasitas rajang: 1, 5 ton daun/ jam
-Ketebalan rajangan: 1mm-6mm
-Daya motor: 1/ 2 HP ( 325 watt)



4. Type 04
-Conveyor: Single
-Lebar Conveyor: 12 cm
-Kapasitas Rajang: 200 Kg daun/ jam
-Ketebalan Rajangan: 1mm-6mm
-Daya Motor: 1/ 4 HP ( 250 Watt )













MESIN PENGGILING PADI
Mesin Pecah Kulit Model : kuat (durable) dan tahan lama (compact) dan kapasitasnya besar.
Mesin ini berfungsi untuk mengupas kulit gabah, sesuai varietas padi yang di tanam di Indonesia.
Konstruksinya kokoh dan tahan terhadap beban yang berubah-ubah (Fluktuatif)
Bentuknya sederhana, sehingga pengoperasian & perawatannya mudah.
Bodi mesin ini dilengkapi blower yang berfungsi untuk memisahkan sekam ataupun kotoran yang sejenis, sehingga menjamin kebersihan beras pecah kulit.
Sangat cocok dipakai untuk penggilingan padi yang berskala kecil, menengah maupun besar.






DATA TEKNIK / SPECIFICATIONS

MODEL
HC 6 BV

Ukuran Rol Karet ( mm ) :152,4 x 222,25 ( 6 " x 8 ¾ " )

Tenaga ( HP ) :6

Dimensi Pulli Utama ( mm ) :140 x 95

Kapasitas ( kg / jam ) :1500

Putaran ( rpm ) :1050

Tinggi Total ( mm ) :1570

Dimensi Bodi ( mm ) :735 x 600

Berat ( kg ) :180





Mesin Pengering Gabah

Fungsi : untuk mengeringkan gabah (padi), jagung , kedelai, dan produk lainnya. Mesin pengering (dryer) ini berfungsi menggantikan cara tradisional yang mengandalkan panas matahari untuk mengeringkan produk

Model Type GN 1092 / box
Kapasitas pengeringan gabah - jagung kg 4000
Model pengeringan type Indirect
Blower type Axial
Penurunan kadar air saat pengeringan per jam
- Gabah % 0,8-1,2
- Jagung % 2-4
Tenaga penggerak motor diesel PK/Rpm 7 / 2200
Dimensi bak pengering cm 650 x 200 x 115
Dimensi dapur pengering cm 125 x 65 x 65




Keunggulan Mesin Pengering Serbaguna ini (padi, jagung, dll)

Teknologi alat / mesin teknolosinya tepat guna
Bahan bakar bisa briket batubara atau kayu bakar
Mesin pengering model knock down (bongkar pasang)
Mudah pengoperasiannya
tenaga kerja sedikit, maksimal 2 orang
Ongkos pengeringan gabah lebih murah dari tipe-tipe yang ada di pasaran
Kehilangan gabah dan jagung sangat rendah dalam proses pengeringan
Lahan penempatan alat tidak luas. Cukup 2x8 m
Daya pakai alat relatif cukup lama
Sangat cocok dioperionalkan pada kelompok tani di pedesaan
Asap tidak bercampur dengan bahan yang dikeringkan (murni udara panas)

Alat Penanam Benih (Seeder)
Dalam kondisi keterbatasan biaya dan tenaga kerja, pengenalan serta penggunaan alat dan mesin pertanian memegang peranan penting. Efisiensi dapat dicapai apabila terjadi penurunan atau penghematan biaya produksi dan peningkatan pendapatan petani. Biaya terbesar dalam usahatani jagung dan kedelai misalnya, terletak pada komponen tenaga kerja, masing-masing 53% untuk jagung dan 57 % untuk kedelai, dari total biaya produksi usahatani. Di sisi lain, usahatani yang dilakukan secara manual memerlukan waktu lebih lama dan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi (mahal).

Untuk penanaman benih secara manual misalnya dibutuhkan sekitar 52 jam/ha, sedangkan bila menggunakan mesin penanam benih yang ditarik traktor roda dua hanya dibutuhkan waktu 6 jam/ha.
Balai Besar Pengembangan Alat dan mesin Pertanian telah merancang prototype alat mesin (alsin) penanam benih dan pemupuk untuk tanaman jagung dan kedelai. Kapasitas kerja mesin ini adalah 1,05 jam/ha. Biaya operasional mesin ini adalah Rp. 117.000/ha. Alsin tanam skala besar yang diimpor hara dan biayanya cukup mahal.

Alat penanam (seeder) berfungsi untuk meletakkan benih yang akan ditanam pada kedalaman dan jumlah tertentu dengan keseragaman yang relatif tinggi. Sebagian besar alat penanam dilengkapi dengan alat penutup tanah. Penebaran benih dan pola pertanaman dengan alat penanam (seeder) ini dapat digolongkan menjadi 5 macam diantaranya :
Broadcasting (benih disebar pada permukaan tanah)
Drill seedling (benih dijatuhkan secara random dan diletakkan pada kedalaman tertentu dalam alur sehingga diperoleh jalur tanaman tertentu)
Pesicion drilling (benih ditanam secara tunggal dengan interval yang sama dengan alur)
Hill dropping (kelompok benih dijatuhkan secara random dengan interval yang hampir sama dengan alur)
Chezktow planting (benih diletakkan pada tempat tertentu sehingga diperoleh lajur tanaman dengan dua arah yang sama)

Beberapa sifat fisis benih yang mempengaruhi alat penanam yaitu : ukuran, bentuk, keseragaman bentuk dan ukuran, density per satuan volume, dan ketahanan terhadap tekanan pad agesekan. Mesin penanam (seeder) mempunyai 4 komponen (alat) utama yaitu : seed matering devices, tabung penyalur, furrow opener dan alat penutup alur.

Seeding matering devices yaitu alat untuk membagi benih dalam jumlah tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh pertumbuhan tanaman. Terdapat bervariasi bentuk tergantung dari sifat karakteristik benih dan jarak yang dikehendaki.

Tabung penyalur, alat ini berfungsi untuk menyaluirkan benih ke dalam alur yang dibuat oleh furrow opener. Bentuk, panjang dan kesaran alat mempengaruhi pengaliran benih.

Alat pembuat alur (furrow opener). Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan suatu kedalaman tertentu. Kedalaman penanaman ditentukan oleh jenis tanaman, kelengasan, dan temperatur tanah. Bentuk alat disesuaikan dengan keadaan permukaan tanah atau jenis tanah, vegetasi, seresah dan kekasaran permukaan. Hal ini erat hubungannya dengan penetrasi, pemotongan oleh alat dan bentuk alur.

Alat penutup alur. Alat ini berfungsi untuk menutupi benih yang sudah berada dalam tanah yang lembab. Dalam penutup ini diharapkan tanah yang menutupi dalam keadaan yang cukup baik untuk dapat ditempus oleh tanaman.

Penyetelan
Penyetelan ini berfungsi untuk mengatur seeder sehingga diperoleh penebaran benih dengan jumlah dan jarak (lebar alur) yang diharapkan kecuali pola penebaran broadcasting.

Kebutuhan benih
Untuk suatu jenis tanaman erat hubungannya antara jarak tanam atau jumlah populasi per satuan luas dengan hasil yang akan diperoleh (pada suatu tingkat kesuburan dan penyediaan air tertentu). Untuk itu harus diperhitungkan jumlah benih yang optimum dan kemungkinan pengolahan lain sesudah tanam dan panen. Hal ini ada hubungannya dengan jenis dan penggunaan peralatan yang dipakai selama budidaya tanaman. Kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan mempertimbangkan jumlah populasi tanaman per hektar dan faktor kualitas benih.
N = (100 AQ)/X dimana N adalah jumlah benih per hektar (Kg), A adalah jumlah populasi tanaman per hektar (dalam jutaan) serta X merupakan faktor kualitas benih (%).

Penyetelan pembuat alur (furrow opener)
Penyetelan ini bertujuan untuk menyesuaikan alat dengan jarak alur tanaman yang dikehendaki. Dalam hal ini kita bisa mengatur jarak antar furrow opener dengan mengubah posisi batang penempatan.

Pengaturan marker /penanda
Pengaturan ini bertujuan untuk menyeragamkan jarak antar tanaman sehingga antar tanaman pertama dan berikutnya tidak terjadi overlapping atau tidak terlalu jauh.

Alat Penanam Bibit (Transplanter)
Transplanter merupakan alat penanam bibit dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam. Umumnya petani di Indonesia masih menanam secara manual dengan tenaga manusia. Hal ini tentu saja memerlukan banyak tenaga dengan keseragaman dan efisisnesi yang rendah. Dengan adanya kelangkaan tenaga kerja khususnya penanaman padi menyebabkan jadwalnya sering mundur yang tentunya tidak diharapakan petani. Oleh karena itumulai dikembangkan pemakaian alat bantu penanam (transplanter). Transplanter tersebut ada 2 macam , yaitu :

Transplanter semi mekanis (pada tanaman padi)
Alat ini dikembangkan oleh lembaga padi dunia IRRI dimana alat tersebut dikendalikan oleh 1 orang dan mempunyai kapasitas 0.3 – 0.4 ha per hari (tergantung dari keahlian operator). Alat ini mudah dalam hal pengoperasian maupun perawatannya. Operator cukup mengangkat atau menekan handle, dapat juga ditambahkan sedikit peralatan untuk mempermudahnya. Konstruksinya juga kecil dengan peralatan yang sederhana terbuat dari besi dan kayu. Untuk memperlancar dapat juga dijalankan oleh 2 orang operator. Untuk mengoptimalkan alat penanam semi mekanis ini lahan sebaiknya rata dan mempunyai drainase yang lancar. Kecepatan dan performance kerja alat ini sangat tergantung dari kelincahan, ketrampilan serta kemampuan operatornya.

Transplanter mekanis
Alat ini dilengkapi dengan beberapa komponen pelengkap, antara lain : bak penampung bibit, pembuat lubang, penanam bibit dan sumberdaya penggerak berupa traktor. Salah satu jenis alat penanam mekanis yang sudah dikembangkan adalah Model 1000. Alat ini dilengkapi dengan dua piringan pembuka alur dan dapat menanam lebih dari 1 baris.

IRRI TR 4 6 - ROW TRANSPLANTER
Alat ini dikembangkan IIRI yang dikendalikan oleh 1 orang dan mempunyai kapasitas 0.3-0.4 ha per hari. Mudah dalam hal pengoperasian maupun perawatannya. Konstruksinya kecil dengan peralatan yang sederhana terbuat dari besi dan kayu. Cocok pada lahan yang rata dan mempunyai drainase yang lancar.
Spesifikasi Mesin
Kekuatan :1 Orang
Kapasitas Kerja :0.3-0.4 ha/hari
Kedalaman Penanaman :3-5 cm
Penempatan Tray :1.0/1.3 cm
Ketinggian Air Sawah :1-5 cm
Berat :20 kg Dimensi
-Panjang :85 cm
-Lebar :125 cm
Bahan Konstruksi :Besi dan Kayu
Persiapan Penanaman
- Bedeng semai/ha :1.2 m x 45 m
-Kebutuhan benih/ha :30-40 kg


Mesin Penyiang Bermotor untuk Padi Sawah
Gulma akan menurunkan hasil panen padi sebesar 36% bila tidak dikendalikan secara intensif dan sistematis. Apabila gulma dapat dikendalikan, otomatis hasil padi akan meningkat hingga 1,8 ton/ha, Pengendalian gulma pada padi sawah secara manual membutuhkan waktu 172 jam/ha (22 HOK) dan biaya tenaga kerja Rp. 154.000/ha. Sedangkan penyiangan dengan landak membujur melintang membutuhkan waktu 132 jam/ha (17 hari orang kerja) dan biaya tenaga kerja sebesar Rp. 119.000,-

Kelangkaan tenaga kerja yang terjadi di beberapa daerah dan efisiensi biaya produksi dapat dilakukan dengan mekanisasi. Penggunaan alsintan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan lahan. Rekayasa mesin penyiang bermotor (power weeder) padi sawah telah dilakukan oleh Balai besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian, Serpong.

Mesin ini dirancang agar dapat bekerja dengan jarak tanam padi yang berbeda yaitu 20-25 cm. Selain itu dapat pula digunakan untuk penyiangan kedua saat tanaman padi sudah lebih tinggi dan lebih rapat jaraknya. Selain itu berdasarkan pertimbangan ergonomika, bobot mesin dikurangi dan stang diperpanjang. Untuk mengurangi bobot mesin ini maka bahan komponen diganti dengan bahan yang lebih ringan dengan tidak mengurangi kekuatannya.

Prototype power weeder tipe pedestraian (PW-JPO2-2R-ADJ) dengan penggerak motor bensin 2 tax HP/6500 rpm. Komponen utama penyiang berupa heksagonal rotavator putaran 130 rpm diameter 40 cm, lebar 9 atau 13 cm untuk jarak tanam 20 – 25 cm. Bobot alsin yang semula 24 Kg ini berhasil diturunkan menjadi 21 Kg dengan mengurangi bobot rangka dan mengganti bahan heksagonal dengan tidak mengurangi kekuatannya.
Kapasitas kerja dengan penyiangan dua arah membujur maupun melintang 27 jam/ha, kecepatan jalan rata-rata 2 km/jam. Konsumsi bahan bakar 0.33 lt/detik serta keefektifan penyiangan 80%. Dengan harga alsin sekitar US$ 800 pda tingkat suku bunga
20% dan umur ekonomi 4 tahun, B/C ratio 1.07 dan IRR 35%.