Mesin Perajang Tembakau Otomatis
Mesin Perajang Tembakau Otomatis dibuat memenuhi kebutuhan petani dan pengusaha tembakau dalam pemrosesan daun tembakau menjadi tembakau rajangan, yang merupakan bahan baku dari rokok.
Dengan sistem otomatis yang artinya tidak menggunakan tenaga manusia dalam proses perajangan/ pemotongannya, serta dapat diatur ketebalan hasil rajangan dan menjamin kerataan ukuran rajangan.
Memberikan kapasitas rajangan yang cukup besar, sehingga dapat menghemat ongkos dan waktu kerja, serta menghasilkan kualitas rajangan yang lebih baik.
Contoh kapasitas mesin dengan spesifikasi sbb:
Merk: DAUN MAS
1. Type 01
-Conveyor: Single
-Lebar conveyor: 15 cm
-Kapasitas rajang: 750 kg daun/ jam
-Ketebalan rajangan: 1mm-6mm
-Daya motor: 1/ 4 HP ( 250 watt)
2. Type 02
-Conveyor: Single
-Lebar conveyor: 17 cm
-Kapasitas rajang: 1 ton daun/ jam
-Ketebalan rajangan: 1mm-6mm
-Daya motor: 1/ 2 HP ( 325 watt)
3. Type 03
-Conveyor: Double
-Lebar conveyor: 20 cm
-Kapasitas rajang: 1, 5 ton daun/ jam
-Ketebalan rajangan: 1mm-6mm
-Daya motor: 1/ 2 HP ( 325 watt)
4. Type 04
-Conveyor: Single
-Lebar Conveyor: 12 cm
-Kapasitas Rajang: 200 Kg daun/ jam
-Ketebalan Rajangan: 1mm-6mm
-Daya Motor: 1/ 4 HP ( 250 Watt )
MESIN PENGGILING PADI
Mesin ini berfungsi untuk mengupas kulit gabah, sesuai varietas padi yang di tanam di Indonesia.
Konstruksinya kokoh dan tahan terhadap beban yang berubah-ubah (Fluktuatif)
Bentuknya sederhana, sehingga pengoperasian & perawatannya mudah.
Bodi mesin ini dilengkapi blower yang berfungsi untuk memisahkan sekam ataupun kotoran yang sejenis, sehingga menjamin kebersihan beras pecah kulit.
Sangat cocok dipakai untuk penggilingan padi yang berskala kecil, menengah maupun besar.
DATA TEKNIK / SPECIFICATIONS
MODEL
HC 6 BV
Ukuran Rol Karet ( mm ) :152,4 x 222,25 ( 6 " x 8 ¾ " )
Tenaga ( HP ) :6
Dimensi Pulli Utama ( mm ) :140 x 95
Kapasitas ( kg / jam ) :1500
Putaran ( rpm ) :1050
Tinggi Total ( mm ) :1570
Dimensi Bodi ( mm ) :735 x 600
Berat ( kg ) :180
Mesin Pengering Gabah
Model Type GN 1092 / box
Kapasitas pengeringan gabah - jagung kg 4000
Model pengeringan type Indirect
Blower type Axial
Penurunan kadar air saat pengeringan per jam
- Gabah % 0,8-1,2
- Jagung % 2-4
Tenaga penggerak motor diesel PK/Rpm 7 / 2200
Dimensi bak pengering cm 650 x 200 x 115
Dimensi dapur pengering cm 125 x 65 x 65
Keunggulan Mesin Pengering Serbaguna ini (padi, jagung, dll)
Teknologi alat / mesin teknolosinya tepat guna
Bahan bakar bisa briket batubara atau kayu bakar
Mesin pengering model knock down (bongkar pasang)
Mudah pengoperasiannya
tenaga kerja sedikit, maksimal 2 orang
Ongkos pengeringan gabah lebih murah dari tipe-tipe yang ada di pasaran
Kehilangan gabah dan jagung sangat rendah dalam proses pengeringan
Lahan penempatan alat tidak luas. Cukup 2x8 m
Daya pakai alat relatif cukup lama
Sangat cocok dioperionalkan pada kelompok tani di pedesaan
Asap tidak bercampur dengan bahan yang dikeringkan (murni udara panas)
Alat Penanam Benih (Seeder)
Dalam kondisi keterbatasan biaya dan tenaga kerja, pengenalan serta penggunaan alat dan mesin pertanian memegang peranan penting. Efisiensi dapat dicapai apabila terjadi penurunan atau penghematan biaya produksi dan peningkatan pendapatan petani. Biaya terbesar dalam usahatani jagung dan kedelai misalnya, terletak pada komponen tenaga kerja, masing-masing 53% untuk jagung dan 57 % untuk kedelai, dari total biaya produksi usahatani. Di sisi lain, usahatani yang dilakukan secara manual memerlukan waktu lebih lama dan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi (mahal).
Untuk penanaman benih secara manual misalnya dibutuhkan sekitar 52 jam/ha, sedangkan bila menggunakan mesin penanam benih yang ditarik traktor roda dua hanya dibutuhkan waktu 6 jam/ha.
Balai Besar Pengembangan Alat dan mesin Pertanian telah merancang prototype alat mesin (alsin) penanam benih dan pemupuk untuk tanaman jagung dan kedelai. Kapasitas kerja mesin ini adalah 1,05 jam/ha. Biaya operasional mesin ini adalah Rp. 117.000/ha. Alsin tanam skala besar yang diimpor hara dan biayanya cukup mahal.
Alat penanam (seeder) berfungsi untuk meletakkan benih yang akan ditanam pada kedalaman dan jumlah tertentu dengan keseragaman yang relatif tinggi. Sebagian besar alat penanam dilengkapi dengan alat penutup tanah. Penebaran benih dan pola pertanaman dengan alat penanam (seeder) ini dapat digolongkan menjadi 5 macam diantaranya :
Broadcasting (benih disebar pada permukaan tanah)
Drill seedling (benih dijatuhkan secara random dan diletakkan pada kedalaman tertentu dalam alur sehingga diperoleh jalur tanaman tertentu)
Pesicion drilling (benih ditanam secara tunggal dengan interval yang sama dengan alur)
Hill dropping (kelompok benih dijatuhkan secara random dengan interval yang hampir sama dengan alur)
Chezktow planting (benih diletakkan pada tempat tertentu sehingga diperoleh lajur tanaman dengan dua arah yang sama)
Beberapa sifat fisis benih yang mempengaruhi alat penanam yaitu : ukuran, bentuk, keseragaman bentuk dan ukuran, density per satuan volume, dan ketahanan terhadap tekanan pad agesekan. Mesin penanam (seeder) mempunyai 4 komponen (alat) utama yaitu : seed matering devices, tabung penyalur, furrow opener dan alat penutup alur.
Seeding matering devices yaitu alat untuk membagi benih dalam jumlah tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh pertumbuhan tanaman. Terdapat bervariasi bentuk tergantung dari sifat karakteristik benih dan jarak yang dikehendaki.
Tabung penyalur, alat ini berfungsi untuk menyaluirkan benih ke dalam alur yang dibuat oleh furrow opener. Bentuk, panjang dan kesaran alat mempengaruhi pengaliran benih.
Alat pembuat alur (furrow opener). Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan suatu kedalaman tertentu. Kedalaman penanaman ditentukan oleh jenis tanaman, kelengasan, dan temperatur tanah. Bentuk alat disesuaikan dengan keadaan permukaan tanah atau jenis tanah, vegetasi, seresah dan kekasaran permukaan. Hal ini erat hubungannya dengan penetrasi, pemotongan oleh alat dan bentuk alur.
Alat penutup alur. Alat ini berfungsi untuk menutupi benih yang sudah berada dalam tanah yang lembab. Dalam penutup ini diharapkan tanah yang menutupi dalam keadaan yang cukup baik untuk dapat ditempus oleh tanaman.
Penyetelan
Penyetelan ini berfungsi untuk mengatur seeder sehingga diperoleh penebaran benih dengan jumlah dan jarak (lebar alur) yang diharapkan kecuali pola penebaran broadcasting.
Kebutuhan benih
Untuk suatu jenis tanaman erat hubungannya antara jarak tanam atau jumlah populasi per satuan luas dengan hasil yang akan diperoleh (pada suatu tingkat kesuburan dan penyediaan air tertentu). Untuk itu harus diperhitungkan jumlah benih yang optimum dan kemungkinan pengolahan lain sesudah tanam dan panen. Hal ini ada hubungannya dengan jenis dan penggunaan peralatan yang dipakai selama budidaya tanaman. Kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan mempertimbangkan jumlah populasi tanaman per hektar dan faktor kualitas benih.
N = (100 AQ)/X dimana N adalah jumlah benih per hektar (Kg), A adalah jumlah populasi tanaman per hektar (dalam jutaan) serta X merupakan faktor kualitas benih (%).
Penyetelan pembuat alur (furrow opener)
Penyetelan ini bertujuan untuk menyesuaikan alat dengan jarak alur tanaman yang dikehendaki. Dalam hal ini kita bisa mengatur jarak antar furrow opener dengan mengubah posisi batang penempatan.
Pengaturan marker /penanda
Pengaturan ini bertujuan untuk menyeragamkan jarak antar tanaman sehingga antar tanaman pertama dan berikutnya tidak terjadi overlapping atau tidak terlalu jauh.
Untuk penanaman benih secara manual misalnya dibutuhkan sekitar 52 jam/ha, sedangkan bila menggunakan mesin penanam benih yang ditarik traktor roda dua hanya dibutuhkan waktu 6 jam/ha.
Balai Besar Pengembangan Alat dan mesin Pertanian telah merancang prototype alat mesin (alsin) penanam benih dan pemupuk untuk tanaman jagung dan kedelai. Kapasitas kerja mesin ini adalah 1,05 jam/ha. Biaya operasional mesin ini adalah Rp. 117.000/ha. Alsin tanam skala besar yang diimpor hara dan biayanya cukup mahal.
Alat penanam (seeder) berfungsi untuk meletakkan benih yang akan ditanam pada kedalaman dan jumlah tertentu dengan keseragaman yang relatif tinggi. Sebagian besar alat penanam dilengkapi dengan alat penutup tanah. Penebaran benih dan pola pertanaman dengan alat penanam (seeder) ini dapat digolongkan menjadi 5 macam diantaranya :
Broadcasting (benih disebar pada permukaan tanah)
Drill seedling (benih dijatuhkan secara random dan diletakkan pada kedalaman tertentu dalam alur sehingga diperoleh jalur tanaman tertentu)
Pesicion drilling (benih ditanam secara tunggal dengan interval yang sama dengan alur)
Hill dropping (kelompok benih dijatuhkan secara random dengan interval yang hampir sama dengan alur)
Chezktow planting (benih diletakkan pada tempat tertentu sehingga diperoleh lajur tanaman dengan dua arah yang sama)
Beberapa sifat fisis benih yang mempengaruhi alat penanam yaitu : ukuran, bentuk, keseragaman bentuk dan ukuran, density per satuan volume, dan ketahanan terhadap tekanan pad agesekan. Mesin penanam (seeder) mempunyai 4 komponen (alat) utama yaitu : seed matering devices, tabung penyalur, furrow opener dan alat penutup alur.
Seeding matering devices yaitu alat untuk membagi benih dalam jumlah tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh pertumbuhan tanaman. Terdapat bervariasi bentuk tergantung dari sifat karakteristik benih dan jarak yang dikehendaki.
Tabung penyalur, alat ini berfungsi untuk menyaluirkan benih ke dalam alur yang dibuat oleh furrow opener. Bentuk, panjang dan kesaran alat mempengaruhi pengaliran benih.
Alat pembuat alur (furrow opener). Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan suatu kedalaman tertentu. Kedalaman penanaman ditentukan oleh jenis tanaman, kelengasan, dan temperatur tanah. Bentuk alat disesuaikan dengan keadaan permukaan tanah atau jenis tanah, vegetasi, seresah dan kekasaran permukaan. Hal ini erat hubungannya dengan penetrasi, pemotongan oleh alat dan bentuk alur.
Alat penutup alur. Alat ini berfungsi untuk menutupi benih yang sudah berada dalam tanah yang lembab. Dalam penutup ini diharapkan tanah yang menutupi dalam keadaan yang cukup baik untuk dapat ditempus oleh tanaman.
Penyetelan
Penyetelan ini berfungsi untuk mengatur seeder sehingga diperoleh penebaran benih dengan jumlah dan jarak (lebar alur) yang diharapkan kecuali pola penebaran broadcasting.
Kebutuhan benih
Untuk suatu jenis tanaman erat hubungannya antara jarak tanam atau jumlah populasi per satuan luas dengan hasil yang akan diperoleh (pada suatu tingkat kesuburan dan penyediaan air tertentu). Untuk itu harus diperhitungkan jumlah benih yang optimum dan kemungkinan pengolahan lain sesudah tanam dan panen. Hal ini ada hubungannya dengan jenis dan penggunaan peralatan yang dipakai selama budidaya tanaman. Kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan mempertimbangkan jumlah populasi tanaman per hektar dan faktor kualitas benih.
N = (100 AQ)/X dimana N adalah jumlah benih per hektar (Kg), A adalah jumlah populasi tanaman per hektar (dalam jutaan) serta X merupakan faktor kualitas benih (%).
Penyetelan pembuat alur (furrow opener)
Penyetelan ini bertujuan untuk menyesuaikan alat dengan jarak alur tanaman yang dikehendaki. Dalam hal ini kita bisa mengatur jarak antar furrow opener dengan mengubah posisi batang penempatan.
Pengaturan marker /penanda
Pengaturan ini bertujuan untuk menyeragamkan jarak antar tanaman sehingga antar tanaman pertama dan berikutnya tidak terjadi overlapping atau tidak terlalu jauh.
Alat Penanam Bibit (Transplanter)
Transplanter semi mekanis (pada tanaman padi)
Alat ini dikembangkan oleh lembaga padi dunia IRRI dimana alat tersebut dikendalikan oleh 1 orang dan mempunyai kapasitas 0.3 – 0.4 ha per hari (tergantung dari keahlian operator). Alat ini mudah dalam hal pengoperasian maupun perawatannya. Operator cukup mengangkat atau menekan handle, dapat juga ditambahkan sedikit peralatan untuk mempermudahnya. Konstruksinya juga kecil dengan peralatan yang sederhana terbuat dari besi dan kayu. Untuk memperlancar dapat juga dijalankan oleh 2 orang operator. Untuk mengoptimalkan alat penanam semi mekanis ini lahan sebaiknya rata dan mempunyai drainase yang lancar. Kecepatan dan performance kerja alat ini sangat tergantung dari kelincahan, ketrampilan serta kemampuan operatornya.
Transplanter mekanis
Alat ini dilengkapi dengan beberapa komponen pelengkap, antara lain : bak penampung bibit, pembuat lubang, penanam bibit dan sumberdaya penggerak berupa traktor. Salah satu jenis alat penanam mekanis yang sudah dikembangkan adalah Model 1000. Alat ini dilengkapi dengan dua piringan pembuka alur dan dapat menanam lebih dari 1 baris.
IRRI TR 4 6 - ROW TRANSPLANTER
Alat ini dikembangkan IIRI yang dikendalikan oleh 1 orang dan mempunyai kapasitas 0.3-0.4 ha per hari. Mudah dalam hal pengoperasian maupun perawatannya. Konstruksinya kecil dengan peralatan yang sederhana terbuat dari besi dan kayu. Cocok pada lahan yang rata dan mempunyai drainase yang lancar.
Spesifikasi Mesin
Kekuatan :1 Orang
Kapasitas Kerja :0.3-0.4 ha/hari
Kedalaman Penanaman :3-5 cm
Kedalaman Penanaman :3-5 cm
Penempatan Tray :1.0/1.3 cm
Ketinggian Air Sawah :1-5 cm
Berat :20 kg Dimensi
-Panjang :85 cm
Ketinggian Air Sawah :1-5 cm
Berat :20 kg Dimensi
-Panjang :85 cm
-Lebar :125 cm
Bahan Konstruksi :Besi dan Kayu
Persiapan Penanaman
- Bedeng semai/ha :1.2 m x 45 m
-Kebutuhan benih/ha :30-40 kg
Mesin Penyiang Bermotor untuk Padi Sawah
Gulma akan menurunkan hasil panen padi sebesar 36% bila tidak dikendalikan secara intensif dan sistematis. Apabila gulma dapat dikendalikan, otomatis hasil padi akan meningkat hingga 1,8 ton/ha, Pengendalian gulma pada padi sawah secara manual membutuhkan waktu 172 jam/ha (22 HOK) dan biaya tenaga kerja Rp. 154.000/ha. Sedangkan penyiangan dengan landak membujur melintang membutuhkan waktu 132 jam/ha (17 hari orang kerja) dan biaya tenaga kerja sebesar Rp. 119.000,-
Kelangkaan tenaga kerja yang terjadi di beberapa daerah dan efisiensi biaya produksi dapat dilakukan dengan mekanisasi. Penggunaan alsintan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan lahan. Rekayasa mesin penyiang bermotor (power weeder) padi sawah telah dilakukan oleh Balai besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian, Serpong.
Mesin ini dirancang agar dapat bekerja dengan jarak tanam padi yang berbeda yaitu 20-25 cm. Selain itu dapat pula digunakan untuk penyiangan kedua saat tanaman padi sudah lebih tinggi dan lebih rapat jaraknya. Selain itu berdasarkan pertimbangan ergonomika, bobot mesin dikurangi dan stang diperpanjang. Untuk mengurangi bobot mesin ini maka bahan komponen diganti dengan bahan yang lebih ringan dengan tidak mengurangi kekuatannya.
Prototype power weeder tipe pedestraian (PW-JPO2-2R-ADJ) dengan penggerak motor bensin 2 tax HP/6500 rpm. Komponen utama penyiang berupa heksagonal rotavator putaran 130 rpm diameter 40 cm, lebar 9 atau 13 cm untuk jarak tanam 20 – 25 cm. Bobot alsin yang semula 24 Kg ini berhasil diturunkan menjadi 21 Kg dengan mengurangi bobot rangka dan mengganti bahan heksagonal dengan tidak mengurangi kekuatannya.
Kapasitas kerja dengan penyiangan dua arah membujur maupun melintang 27 jam/ha, kecepatan jalan rata-rata 2 km/jam. Konsumsi bahan bakar 0.33 lt/detik serta keefektifan penyiangan 80%. Dengan harga alsin sekitar US$ 800 pda tingkat suku bunga
20% dan umur ekonomi 4 tahun, B/C ratio 1.07 dan IRR 35%.
Bahan Konstruksi :Besi dan Kayu
Persiapan Penanaman
- Bedeng semai/ha :1.2 m x 45 m
-Kebutuhan benih/ha :30-40 kg
Mesin Penyiang Bermotor untuk Padi Sawah
Gulma akan menurunkan hasil panen padi sebesar 36% bila tidak dikendalikan secara intensif dan sistematis. Apabila gulma dapat dikendalikan, otomatis hasil padi akan meningkat hingga 1,8 ton/ha, Pengendalian gulma pada padi sawah secara manual membutuhkan waktu 172 jam/ha (22 HOK) dan biaya tenaga kerja Rp. 154.000/ha. Sedangkan penyiangan dengan landak membujur melintang membutuhkan waktu 132 jam/ha (17 hari orang kerja) dan biaya tenaga kerja sebesar Rp. 119.000,-
Kelangkaan tenaga kerja yang terjadi di beberapa daerah dan efisiensi biaya produksi dapat dilakukan dengan mekanisasi. Penggunaan alsintan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan lahan. Rekayasa mesin penyiang bermotor (power weeder) padi sawah telah dilakukan oleh Balai besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian, Serpong.
Mesin ini dirancang agar dapat bekerja dengan jarak tanam padi yang berbeda yaitu 20-25 cm. Selain itu dapat pula digunakan untuk penyiangan kedua saat tanaman padi sudah lebih tinggi dan lebih rapat jaraknya. Selain itu berdasarkan pertimbangan ergonomika, bobot mesin dikurangi dan stang diperpanjang. Untuk mengurangi bobot mesin ini maka bahan komponen diganti dengan bahan yang lebih ringan dengan tidak mengurangi kekuatannya.
Prototype power weeder tipe pedestraian (PW-JPO2-2R-ADJ) dengan penggerak motor bensin 2 tax HP/6500 rpm. Komponen utama penyiang berupa heksagonal rotavator putaran 130 rpm diameter 40 cm, lebar 9 atau 13 cm untuk jarak tanam 20 – 25 cm. Bobot alsin yang semula 24 Kg ini berhasil diturunkan menjadi 21 Kg dengan mengurangi bobot rangka dan mengganti bahan heksagonal dengan tidak mengurangi kekuatannya.
Kapasitas kerja dengan penyiangan dua arah membujur maupun melintang 27 jam/ha, kecepatan jalan rata-rata 2 km/jam. Konsumsi bahan bakar 0.33 lt/detik serta keefektifan penyiangan 80%. Dengan harga alsin sekitar US$ 800 pda tingkat suku bunga
20% dan umur ekonomi 4 tahun, B/C ratio 1.07 dan IRR 35%.

No comments:
Post a Comment